Rabu, 24 April 2013

MAKALAH ASUAHAN KEBIDANAN
NEONATAUS,BAYI DAN BALITA

Bisulan
Dosn pengampu : inayati ceria S.Sit


Nama kelompok :
Ayu retno budiati          : 111502
Gita mentari                            : 111502
Muliana                         : 11150258


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PRODI D-III KEBIDANAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2011/2012


KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur  kami  panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatnyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan penuh kemudahan.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui.Asuhan kebidanan neonatus,bayi dan balita  Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah  ini membahas tentang  BISULAN    dimana mahasiswa dan masyarakat juga harus mengetahui sebelum menerapkannya.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata pelajaran ASKEB NEONATUS,BAYI DAN BALITA   yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun Makalah  ini. Dan teman - teman yang telah banyak mendukung dalam pembuatan Makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun  makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.











DAFTAR ISI


 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Asuhan Kebidanan adalah perawatan yang diberikan oleh bidan. Jadi, asuhan kebidanan pada neonatus, bayi, dan balita adalah perawatan yang diberikan oleh bidan pada bayi baru lahir, bayi, dan balita. Neonatus, bayi, dan balita dengan masalah adalah suatu penyimpangan yang dapat menyebabkan gangguan pada neonatus, bayi dan balita. Apabila tidak diberikan asuhan kebidanan pada neonatus, bayi, dan balita pada masa perkkuliahan, sehingga pada saat calon bidan diterjunkan di lahan praktek  sudah mampu untuk memberikan asuhan kebidanan pada neonatus, bayi, dan balita dengan benar.
Ada beberapa masalah yang lazim terjadi diantaranya adalah adanya bercak mongol, hemangioma, ikhterus, muntah dan gumoh, oral trush, diaper rash, dan seborrhea, furunkel, milliariasis, diare, obstipasi, infeksi, dan sindrom bayi meninggal mendadak.
Atas dasar pemikiran di atas, maka kami menyusun makalah ini dengan harapan mahasiswa kebidanan dapat dengan mudah memahami masalah yang lazim terjadi pada neonatus, bayi, dan balita terutama masalah bisulan.
Bisul merupakan satu jangkitan kulit yang biasa terjadi kepada kanak-kanak. Bisul sendiri dalam bahasa kedokteran disebut furunkel, yakni radang atau infeksi yang disebabkan kuman atau bakteri staphylococcus aureus. Bila ada gatal pada kulit, lalu digaruk sedangkan kebersihan kurang dijaga, sehingga masuk bakteri dan terjadi infeksi, dan timbul bisul.
Bisul mungkin saja muncul sejak bayi, bahkan pada bayi baru lahir. Ibu-ibu, terutama yang baru punya anak pertama, umumnya takut memandikan dan mengeramasi bayinya. Padahal bayi juga sudah berkeringat. Terlebih kalau bayi dibubuhi dengan segala macam minyak penghangat yang tentu jadi lahan subur untuk berkembang biaknya kuman. Dan kondisi kulit yang seperti ini juga bisa menjadi penyebab bisulan.
Yang tak kalah penting, bisul juga bisa menular. Kontak langsung bisul dengan kulit apalagi bila ada goresan meskipun kecil (mikro trauma) dapat menyebabkan kuman berpindah tempat. Tapi bila tidak ada luka, kebersihannya terjaga dan daya tahan tubuh sedang bagus, tidak akan terjadi penularan.

1.2. Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian Bisulan ?
2.      Apa patofisologi dari Bisulan ?
3.      Bagaimana penyebab Bisulan ?
4.      Apa saja pembagian dan tanda gejala Bisulan ?
5.      Apa saja jenis-jenis Bisul
6.      Bagaimana penatalaksanaan Bisulan ?
7.      Bagaimana cara pencegahannya

1.3. Tujuan Penulisan

1.      Untuk mengetahui pengertian Bisulan
2.      Untuk mengetahui patofisiologi dari Bisulan
3.      Untuk mengetahui bagaimana penyebab dari Bisulan
4.      Untuk mengetahui apa saja pembagian dan tanda gejala dari Bisulan
5.      Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis bisul
6.      Untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan Bisulan
7.      Untuk mengatahui bagaimana cara pencegahannya










BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Definisi

Bisul atau furunkel merupakan peradang pada daerah folikel rambut kulit dan jaringan sekitarnya yang sering terjadi pada daerah bokong, kuduk, aksila, badan dan tangkai furunkel dapat berbentuk pada lebih dari satu tempat yang biasa disebut sebagai furunkulosis.
Bisul merupakan satu jangkita  kulit yang biasa terjadi kepada kanak-kanak. Bisul sendiri dalam bahasa kedokteran disebut furunkel, yakni radang atau infeksi yang disebabkan kuman atau bakteri staphylococcus aureus.
Bisul (furunkel) adalah infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutan di sekitarnya. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri lainnya atau jamur.
Paling sering ditemukan di daerah leher, payudara, wajah dan bokong. Akan terasa sangat nyeri jika timbul di sekitar hidung atau telinga atau pada jari-jari tangan. Furunkel berawal sebagai benjolan keras berwarna merah yang mengandung nanah. Lalu benjolan ini akan berfluktuasi dan tengahnya menjadi putih atau kuning (membentuk pustula). Bisul bisa pecah spontan atau dipecahkan dan mengeluarkan nanahnya, kadang mengandung sedikit darah.
Bisa disertai nyeri yang sifatnya ringan sampai sedang. Kulit di sekitarnya tampak kemerahan atau meradang. Kadang disertai demam, lelah dan tidak enak badan. Jika furunkel sering kambuhan maka keadaannya disebut furunkulosis
Karbunkel adalah sekumpulan bisul yang menyebabkan pengelupasan kulit yang luas serta pembentukan jaringan parut. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. Pembentukan dan penyembuhan karbunkel terjadi lebih lambat dibandingkan bisul tunggal dan bisa menyebabkan demam serta lelah karena merupakan infeksi yang lebih serius.
Lebih sering terjadi pada pria dan paling banyak ditemukan di leher bagian belakang. Karbunkel juga cenderung mudah diderita oleh penderita diabetes, gangguan sistem kekebalan dan dermatitis. Infeksi ini menular, bisa disebarkan ke bagian tubuh lainnya dan bisa ditularkan ke orang lain. Tidak jarang beberapa orang dalam sebuah rumah menderita karbunkel pada saat yang sama.

2.2. Patofisiologi

Infeksi dimualai dari peradangan pada folikel rambut pada kulit (folikulitis) yang menyebar pada jaringan sekitarnya. Radang nanah yang dekat dengan kulit disebut pustule. Kulit diatasnya sangat tipis, sehingga nanah didalamnya dapat dengn mudah mengalir keluar. Sedangkan  bisulnya sendiri berada pada daerah kulit yang lebih dalam. Kadang kadang nanah yang berada dalam bisul diserap sendiri oleh tubuh tetapi lebih sering mengalir sendiri melalui lubang pada kulit.
Bakteri stafilokokus aureus umumnya masuk melalui luka, goresan atau robekan pada kulit. Respon primer host terhadap infeksi stafilokokus aureus adalah mengerahkan sel PMN ketempat masuknya kuman tersebut untuk melawan infeksi yang terjadi. Sel PMN ini ditarik ketempat infeksi oleh komponen bakteri seperti formylated peptides atau peptidoglikan dan sitokolin TNF (tumor necrosis factor) dan IL (interleukin) yang dikeluarkan oleh sel endotel dan makrofak yang teraktivasi, hal tersebut menyebabkan inflamasi dan terbentuklah pus (gab sel darah putih, bakteri, dan sel kulit mati).

2.3. Etiologi

a.       Iritasi pada kulit

b.      Kebersihan kulit yang kurang terjaga

c.       Daya tahan tubuh yang rendah

d.      Infeksi oleh Staphylococcus Aureus

Bayi yang lebih beresiko terkena bisul diantaranya adalah bayi yang:
1.      Kurang terjaga kebersihan
Faktor kebersihan memegang peran penting terjadi-tidaknya infeksi. Bila lingkungan kurang bersih, infeksi akan mudah terjadi. Karena itu, pada bayi, gejala bisul mudah dijumpai. Bayi dan anak-anak identik dengan dunia eksplorasi dalam bermain, apalagi bila terkena benda kotor semisal tanah. Belum lagi setelah main, anak tidak dicuci tangannya. Sehingga buka kebersihan anak dan bayi tak dijaga, akan mempermudah terjadinya bisul.
Pada dasarnya bisul muncul karena adanya kuman. Orang tua yang tidak menjaga kebersihan tubuh bayi dan lingkungannya dengan baik, otomatis lebih berpeluang terpapar kuman penyebab bisul. Tak heran kalau mereka yang tinggal di daerah pemukiman padat, di daerah pengungsian, dimana faktor kebersihannya terabaikan akan lebih mudah bisulan. Namun harus diingat, walaupun tinggal di tempat yang bersih tapi kalau jarang dimandikan dan dijaga kebersihkan badan san bayi, dengan sendirinya kuman pun akan bersarang.
2.      Daerah tropis
Secara geografis Indonesia termasuk daerah tropis. Dimana udaranya panas sehingga dengan mudah bayi akan berkeringat. Keringat pun bisa menjadi salah satu pemicu munculnya bisul. Terutama bisul yang terjadi pada kelenjar keringat.
3.      Kawasan penempatan yang sesak seperti di intitusi dan rumah kebajikan.
4.      Faktor gizi
Namun jangan pula dilupakan faktor gizi. Gizi yang kurang juga dapat memengaruhi timbulnya infeksi. Bila gizi kurang, berarti daya tahan tubuh menurun, sehingga akan mempermudah timbulnya infeksi. Terlebih pada bayi, kekebalan tubuhnya kurang dibandingkan orang dewasa.
5.      Sistem imuniti
Badan yang lemah seperti pembawa HIV. Menurunnya daya tahan tubuh bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kurang gizi, gangguan darah seperti anemia, mengidap penyakit keganasan seperti kanker, atau penyakit lain seperti diabetes dan sebagainya. Biasanya faktor pemicu itu tak muncul sendirian, melainkan ada beberapa sekaligus. Misalnya karena selalu berkeringat kemudian muncul biang keringat. Karena gatal, lalu digaruk, ditambah lagi kebersihannya jelek dan gizinya pun rendah, akhirnya jadi bisul.





A.     Tanda Dan Gejala

Gejala untuk bisul ini hampir menyamai penyakit kulit yang lain seperti:
·                     Nanah di bahagian tengah bisul
·                     Keputihan, lelehan mengandungi darah daripada bisul tersebut
·                     Kemerahan di sekeliling kulit yang dijangkiti
·                     Biasanya di ikuti rasa teramat sakit apabila disentuh.
Biasanya muncul bintil atau benjol berbentuk kerucut dan “bermata” atau berbentuk kubah, dapat disertai rasa nyeri dan demam karena bisul sudah terinfeksi kuman. Apabila bisul sudah matang, mata bisul akan pecah dan diikuti keluarnya nanah dan darah yang menyebar ke area kulit sekitarnya. Jika tidak dibersihkan dengan benar, besar kemungkinan lokasi yang kena bekas nanah dan darah ini akan timbul bisul pula. Sebab bakteri yang terdapat dalam bisul yang pecah tadi bisa menginfeksi lokasi sekitar bisul yang pecah. Penularan ke bagian lain akibat pecahnya bisul itu disebut autoinokulasi.
Pecahnya bisul yang besar kadang bisa mengakibatkan parut luka pada kulit. Tapi pada bayi atau batita, bekas luka bisul yang parah sekalipun jarang sekali meninggalkan bekas yang jelas. Selain itu, kulit bayi masih dalam perkembangan. Luka bisul akan meninggalkan bekas jika terjadi pada anak usia belasan tahun atau orang dewasa.
                                                               

B.      Jenis – Jenis Bisul

Bisul biasanya diawali dengan kulit kemerahan, membengkak, dan ada benjolan yang terasa sakit di bawah permukaan kulit. Ketika infeksi berlanjut, terbentuk kantung nanah dalam kulit, yang berisi bakteri, sel kulit mati, dan sel darah putih. Puncak bisul -yang sering disebut mata bisul- muncul di tengah-tengah bisul. Dari mata bisul inilah biasanya nanah akan pecah.
Berdasarkan jumlah mata bisul yang ada, bisul dibedakan menjadi:
1.      Furunkel atau bisul kecil yang hanya memiliki satu mata. Letak bisul bisa di beberapa tempat tapi jarang-jarang. Jika furunkel satu mata ini jumlahnya banyak dan letaknya menyebar di sejumlah anggota tubuh, disebut furunkulosis.
2.      Pada bayi dan balita, jenis bisul yang terjadi biasanya furunkulosis. Ini biasanya diawali oleh biang keringat yang berlanjut menjadi bisul. Karena bisul dan biang keringat seringkali menimbulkan gatal, anak akan menggaruk bisul tersebut. Garukan tangan pada tempat yang berbeda akan menularkan kuman ke bagian tubuh lain sehingga di bagian tubuh itu timbul bisul pula. Bisul ini menimbulkan rasa nyeri dan berdenyut-denyut. Itu sebabnya bisul yang parah kadang mengakibatkan demam pada anak, karena anak tubuh anak berusaha melawan kuman yang terdapat pada bisul.
3.      Karbunkel, yaitu apabila beberapa bisul yang berdekatan menyatu dan mengakibatkan terbentuknya beberapa mata bisul,

C.     Penatalaksanaan

a.       Asuhan yang diberikan pada neonatus dengan furunkel tergantung dari keadaan penyakit yang dialaminya.
b.      Kebanyakan furunkel tidak membutuhkan pengobatan dan akan sembuh dengan sendirinya
c.      Pemeliharaan kebersihan daerah yang mengalami furunkel serta daerah sekitarnya
d.     Pengobatan topical, lakukan kompres hangat untuk mengurangi nyeri dan
melunakkan nodul.Kompres hangat dapat dilakukan sambil menutup ruam
untuk mencegah penularan ke daerah lainnya
e.      Jangan memijit furunkel terutama di daerah hidung dan bibir atas karena dapat menyebabkan penyebaran kuman secara homogen
f.      Bila furunkel terjadi di daerah yang janggal seperti pada hidung atau telinga maka dapat berkolaborasi dengan dokter untuk melakukan insisi
g.      Jika memungkinkan dapat membuka bisul dengan cara :
1)      Beri penjelasan apa yang akan dilakukan atau inform consent
2)      Minta seseorang untuk memegangi anak
3)      Ambilah sebuah pisau bedah yang steril dan bukalah bisul dengan segera pada puncaknya saja.Kemudian masukkan penjepit dalam luka dan bukalah penjepitnya.Dengan cara ini, akan membuka jalan keluar untuk nanah tanpa mengganggu sesuatu pisau bedah jangan sampai masuk ke dalam karena dapat melukai pembuluh darah syaraf
4)     Pemberian analgetik, misalnya aspirin atau paracetamol untuk mengatasi nyeri
5)     Tutuplah luka dengan kain kasa kering, usahakan agar satu sudut dari kassaa dimasukkan agar tetap terbuka, sehingga nanah dapat keluar
6)      Bersihkan alat – alat
7)      Pesankan akan ganti perban
h.     Terapi antibiotika dan antiseptic diberikan tergantung kepada luas dan beratnya penyakit.Misalnya dengan pemberian Achromyem 250mg 3 atau 4 kali per hari
i.       Bila furunkel terjadi secara menetap atau berulang atau dalam jumlah yang banyak maka kenali faktor predisposisi adanya diabetes mellitus.
j.    Bila furunkel disertai demam berikan antibiotic sistemik.
k.   Jika infeksi berat atau pada area berbahaya dosis antibiotik maximal harus diberikan dalam bentuk parenteral.
l.    Bila lesi besar, nyeri dan fluktuasi, insisi dan drainase sangat diperlukan.
m.  Jika infeksi berulang atau ada komplikasi, periksa kultur perlu dilakukan.
n.   Terapi antimicrobial harus dilanjutkan sampai semua bukti inflamasi berkurang dan berubah.

D.     Pencegahan

Menjaga kebersihan kulit dengan sabun cair yang mengandung zat anti-bakteri merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya infeksi atau mencegah penularan.
Agar bayi tidak mudah bisulan, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
·                     Jika bayi mudah berkeringat, usahakan agar keringat tersebut segera dikeringkan
·                     Biang keringat yang timbul pada kulti bayi harus dibersihkan dengan handuk basah
·                     Jaga kebersihan tubuh bayi sepanjang hari dengan sering memandikannya jika terlalu banyak keringat yang keluar
·                     Upayakan lingkungan di sekitar bayi selalu bersih
·                     Ventilasi udara di ruangan bayi harus cukup sehingga ruangan bayi tidak lembab
·                     Jangan kenakan bayi dengan pakaian ketat atau dari bahan yang tidak menyerap keringat
·                     Ganti pakaian bayi dengan segera jika basah atau kotor
·                     Jangan membubuhkan bedak pada kulit bayi jika keluar keringat
·                     Usahakan kebutuhan gizi bayi selalu terpenuhi.
·                     Pahami penanganannya













 

BAB III

PENUTUP

3.1.                       Kesimpulan

Bisul (furunkel) adalah infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutan di sekitarnya. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri lainnya atau jamur. Biasanya muncul bintil atau benjol berbentuk kerucut dan “bermata” atau berbentuk kubah, dapat disertai rasa nyeri dan demam karena bisul sudah terinfeksi kuman.

3.2.                       Saran

Penyusun berharap agar mahasiswa prodi DIII Kebidanan lebih mengetahui tentang masalah yang serimg terjadi pada neonatus, bayi dan balita. Serta dapat menerapkan saat praktek di lapangan.

 

 





 





DAFTAR PUSTAKA


Sudarti, dkk.,2010, Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Anak Balita, nuha medika, jogyakarta.

1/03/26/furunkel-bisul-dan-peran-bidan/
 

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar